Kamis, 09 Oktober 2014

Kembalilah ke Pundakku

Wahai angin~ Kemana kau bawa terbang dia. Dia milikku. Dia yang selalu bersandar di pundakku. Dia yang selalu memberikan senyum yang menghasilkan lesungan di pipinya. Wahai angin~ Kemana kau bawa dia.. Bawa dia kemari angin Bawa dia kembali ke pundakku. Oh, apa kau iri ? Apa kau juga takut kehilangnannya ? Lantas, kau renggut saja dia dari pundakku ? Dasar angin !!! Kembalikan dia ke pundakku. Ku mohon~ Aku tahu dia membutuhkanku. Aku tahu itu. Bukan aku sok tahu. Tapi memang itu yang kurasa~ Untuk : Sang mdbstr~ :)

Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu.Orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan. Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang, apa yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenernya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang selalu mereka lakukan, jatuh cinta sendirian. BY : Novel MMJ @radityadika

Senin, 06 Mei 2013

Summer I'm in Love

Sewaktu umurku lima tahun, aku berjalan menuju altar dengan pria impianku. Oke, sebut saja dia cowok. Umurnya juga lima tahun. Aku mengenal David Rizky kira-kira sejak lahir. Ayah kami berteman sejak kecil, dan setiap tahun, David dan orangtuanya menghabiskan musim panas bersama keluargaku. Buku bayiku penuh fotoku dan David-mandi bareng waktu masih bayi, bermain di rumah pohon di halaman belakang, dan favoritku-didandani seperti mempelai pria dan wanita mini di pernikahan sepupuku. Semua orang bergurau bahwa kami akan menikah sungguhn suatu hari nanti. David dan aku juga mengira begitu. Kami mengira bisa jadi pasangan yang sempurna. Aku tak keberatan bermain perang-perangan dengannya, dan ia bahkan mau main bonekaku (walau tak pernah menyukainya). Ia mendorong ayunanku dan aku membantu David menyiapkan action figure-nya. Menurut dia, aku tampak cantik bila rambutku diekor kuda, dan kurasa dia imut (bahkan sewaktu pipinya sempat tembem). Aku suka orangtuanya, dan dia menyukai orangtuaku. Aku menginginkan seekor Kucing Anggora, dan dia menginginkan buldog Inggris. Makaroni dan cake adalah mekanan kegemaranku, dan David juga memfavoritkannya. Apa lagi yang diinginkan seorang cewek dari cook? Bagiku, menunggu musim panas berarti juga menunggu David. Akibatnya, banyak kenanganku menyangkut dia: Kali pertama berpegangan tangan (saat tersesat mencari binatang pemakan bangkai di kelas tiga). Kartu valintine pertamaku (kertas lipat merah berbentuk hati bertuliskan namaku). Perjalanan berkemah pertama (David dan aku mendirikan tanda di halaman belakang sewaktu berumur sepuluh tahun dan semalaman disana). Umur kami 14 tahun, aku semakin bersemangat menyambut musim panas. Kami bukan semakin berkhayal lagi. Perasaan itu nyata, terasa lain. Hati yang terlibat bukan terbuat dari kertas lipat-hidup, berdetak... sungguhan. Bila memikirkan musim panas, aku memikirkan David Bila memikirkan cinta, aku terpikir David. Apapun yang kupikirkan, David juga ikut kupikirkan. Entahlah -_______-